FALLING LOVE

Minggu, 09 Oktober 2011

Perdana Menteri Paling Lama dan Perdana Menteri Paling Sering

Perdana Menteri Paling Lama

Tidak ada lagi perdana menteri Inggris yang masa jabatannya mengalahkan lama masa jabatan terus-menerus perdana menteri inggris yang pertama, yaitu Rt.Hon.Walpole, K.G, kemudian menjadi Earl Oxford Pertama (1675-1745), Menteri perbendaharaan dan Menteri Keuangan selama 20 tahun 326 hari dari tanggal 3 april 1721 hingga tanggal 12 februari 1742. walaupun demikian jabatan ini tidak di akui secara resmi sampai tahun 1905. waktu itu jabatan yang paling lama adalah yang di pegang oleh Herbert Henry Asquith, kemudian menjadi Earl Oxford Pertama dan Earl Asquith (1852-1928), yaitu selama 8 tahun 243 hari dari april 1908 sampai 7 desember 1916. ini adalah 7 hari lebih lama daripada tiga masa jabatan Sir Winston Churchill.

Rt.Hon.Walpole, K.G


Herbert Henry Asquith




Perdana Menteri Paling Sering

Satu-satunya Perdana Menteri yang pernah memegang jabatan lima kali adalah Rt. Hon. Stanley Balwin, kemudian menjadi First Baldwin of Bewdley (1876-1947). Kementeriannya berlangsung dari tanggal 22 mei 1923 hingga 22 januari 1924, 4 nopember 1942 hingga 5 juni 1929, 7 juni 1935 hingga januari 21 januari 1936, dari waktu itu sampai di berhentikan pada tanggal 12 desember 1936 dan dari waktu itu hingga tanggal 28 mei 1937.



 Rt. Hon. Stanley Balwin

♥ THANKS FOR READING ♥

Jumat, 07 Oktober 2011

Film My princess dengan budget yang fantastis

Untuk pembuatan suatu drama korea, seorang produser bisa mengeluarkan dana hingga milyaran. Salah satu nya adalah drama MY PRINCESS, yang menghabiskan 80milyar, dan biasanya 50% dana tersebut untuk membayar pemeran utama nya.. wahhh, amazing yaa.. ckckckck ^^

♥ THANKS FOR READING ♥

Kamis, 06 Oktober 2011

Ungkapan Cinta Dalam Bahasa Korea

ungkapan cinta dalam bahasa korea

1. 사랑 ( sarang ) dalam bahasa Korea artinya cinta .

2. 사랑 하다 ( sarang hada ) = mencintai.

3. 사랑해 ( sarang hae ) : kata ini digunakan untuk menyatakan ke akraban ( intimate ). sedangkan halusnya adalah 사랑 해요 ( sarang haeyo ).

4. 사랑합니다 ( sarang hamnida ) : mencintai.digunakan dalam kalimat formal -hormat.저는 당신을 사랑합니다 ( jeoneun dangsineul sarang hamnida ) “saya mencintai kamu “.

5. 사랑 하시다 ( sarang hasida ) adalah bentuk kehormatan .

6. 사랑 하지 못 하다 ( sarang haji mot hada ): tidak mampu mencintai

7. 사랑 할수있다 ( sarang hal suitda ) : bisa mencintai

8. 사랑 할 수없다( sarang hal sueopda ) : tidak bisa mencintai. kata ini adalah bentuk negatif dari sarang hal suitda. Secara umum lebih sering digunakan kata ”사랑 하지 못 하다 ( sarang haji mot hada): tidak mampu mencintai.

9. 사랑 할수록 ( sarang hal surok ) = semakin mencintai

10.사랑한다고 ( sarang han dago ) = ” ( aku bilang) aku mencintamu ” .는/은 다고 (-n/neundagoyo) adalah akhiran yang mengulangi pernyataan seseorang . Hal ini dapat digunakan untuk menekankan, menegaskan kembali, atau bila digunakan dalam bentuk pertanyaan, untuk mengkonfirmasi pernyataan sebelumnya.

Beberapa kata tentang cinta :

사랑에 빠지다 ( sarang ppajida ) = jatuh cinta

사랑을 고백하다( sarang gobaek hada )= pengakuan cinta

첫 사랑 ( cheossarang ) = cinta pertama

사랑하는 ( sarang haneun ) = kekasih.

눈먼 사랑 ( nun meon sarang ) = cinta buta

깊 은 사랑 ( kipeun sarang ) = cinta yang mendalam

사랑 없는( sarang eopneun ) = tanpa cinta

사랑스러운( sarang sereoun ) = cinta yang berkesan,

순진한 사랑 ( sonjinan sarang ) = cinta murni

♥ THANKS FOR READING ♥

Minggu, 02 Oktober 2011

Tugas Softskill ke 1


DARI BAHASA MELAYU KE BAHASA INDONESIA

Pada bulan Oktober tahun 2003, para pakar dan pemerhati bahasa Indonesia akan menyelanggarakan Kongres Bahasa Indonesia ke-8. Berdasarkan Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada bulan Oktober tahun 1928 yang menyatakan bahwa para pemuda memiliki satu bahasa yakni bahasa Indonesia, maka bulan Oktober setiap tahun dijadikan bulan bahasa. Pada setiap bulan bahasa berlangsung seminar bahasa Indonesia di berbagai lembaga yang memperhatikan bahasa Indonesia. Dan bulan bahasa tahun ini mencakup juga Kongres Bahasa Indonesia.
            Salah satu tujuan dari bulan bahasa adalah mengingatkan kita akan bahasa yang baik dan benar. Sekalipun sudah lebih dari 30 tahun, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan penggunaannya, namun masih banyak pemakai bahasa yang tidak sepenuhnya mematuhi ketentuan EYD itu. Karena itu, hendaknya bulan bahasa yang berlangsung setiap tahun serta Kongres Bahasa Indonesia yang berlangsung setiap lima tahun dapat menyadarkan pemakai bahasa untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baku.  
            Bahasa Indonesia diturunkan dari bahasa Melayu yang menjadi warisan dari para leluhur kita. Ini berarti bahwa penelaahan bahasa Indonesia perlu dimulai dari penelahaan bahasa Melayu. Paling sedikit, banyak pakar bahasa berusaha menelusuri asal usul bahasa Melayu dan bersama itu muncul berbagai spekulasi tentang asal usul bahasa Melayu. Dictionary of Languages yang dikarang oleh Andrew Dalby bahkan menyatakan bahwa terdapat dugaan kuat bahwa kata Melayu (berasal dari bahasa Dravidian) berarti gunung, entah gunung di daerah mana.
            Slametmuljana di dalam bukunya Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara menunjukkan bahwa bahasa Melayu berasal dari bahasa yang ada di daerah sekitar Indocina meliputi Campa, Mon-Khmer, Bahnar, Rade, Jarai, Sedang, Mergui, Khaosan, Shan, dan sejenisnya. Para pakar lainnya mencari asal usul bahasa Melayu sampai ke Melayu Purba, Proto-Malay, dan Proto-Malayic.  Proto-Malay adalah bahasa Melayu pertama sedangkan Proto-Malayic adalah bahasa rumpun Melayu pertama. Kupasan tentang bahasa Melayu dan rumpun Melayu pertama ini dapat ditemukan di dalam buku Rekonstruksi dan Cabang-cabang bahasa Melayu Induk yang disunting oleh Mohd. Thani Ahmad dan Zaini Mohamed Zain dari Malaysia.
            Bersamaan dengan itu, para pakar bahasa membagi bahasa Melayu ke dalam tujuh zaman. Dimulai dari bahasa tertua, dikenal (1) bahasa Austronesia Purba, (2) bahasa Melayu Purba, (3) bahasa Melayu Kuno, abad ke-7 sampai ke-14, (4) bahasa Melayu Klasik atau Tengahan, abad ke-14 sampai ke-18, (5) bahasa Melayu Peralihan, abad ke-19, (6) bahasa Melayu Baru, abad ke-20, dan (7) bahasa Melayu Modern meliputi bahasa Indonesia, bahasa Malaysia, serta bahasa Melayu Brunei dan Singapura. Sekedar sebagai gambaran, kita coba melihat contoh dari bahasa Melayu berbagai zaman itu.
            Contoh bahasa Melayu tertua yang dapat disajikan di sini adalah bahasa Melayu Kuno dari zaman Sriwijaya. Poerbatjaraka, di dalam bukunya Riwayat Indonesia, mengungkapkan transliterasi aksara Latin dari prasasti pada zaman itu. Dari prasasti Talang Tuwo yang bertahun 684 Masehi yang terdiri atas 14 baris, kita kutip baris ke-6 yang berbunyi “ah ya mamhidupi pasuprakara, marhulun tuwi wreddhi muah ya jangan ya niknai sawanyaknya yang upasargga, pidanna, swapnawighna, waram wua-“
            Secara sayup-sayup, kita mengenali beberapa kata seperti mamhidupi, jangan, sawanyaknya. Terjemahan baris ke-6 itu adalah “pula menghidupi segala jenis khewan, terutama supaya menjadi banyak. Lagi janganlah mereka dikenai segala rintangan, aniaya, dan gangguan tidur. Barang siapa yang” Selain prasasti Talang Tuwo, masih terdapat sejumlah prasasti dari zaman itu sampai ke zaman abad ke-13. Beberapa kutipan adalah sebagai berikut.
            Pada prasasti Kedukan Bukit (tahun 683 Masehi, 10 baris) terdapat kata-kata “dapunta hyang marlapas dari minanga tamwam mamawa yang wala dua laksa dangan kosa” Pada prasasti Talang Tuwo (tahun 684 Masehi, 14 baris) tersebut di atas terdapat kata-kata “sana tatkalanya parlak sriksetra ini niparwuat … samisranya yang kayu nimakan wuahnya” Pada prasasti Kota Kapur (tahun 686 Masehi, 10 baris) terdapat kata-kata “subhiksa muah yang wanuanya pawaris … tatkalanya yang mangmang sumpah ini nipahat di welanya yang wala sriwijaya kaliwat manapik yang bhumi jawa tida bhkati ka sriwijaya” Demikianlah beberapa kata sebagai perkenalan kepada bahasa Melayu Kuno.
            Sebagai contoh dari bahasa Melayu Klasik di dalam prasasti tahun 1286 terdapat kata-kata “inan tatkala paduka bharala,” serta di dalam prasasti tahun 1380 terdapat kata-kata yang berbunyi “hijrat nabi mungstapa yang prasida / tujuh ratus asta puluh sa warsa / haji catur dan dasa wara sukra / raja iman warda rahmat-allah / gutra barubasa mpu hak kadah pase ma /” Dan selanjutnya dari prasasti tahun 1602 ditemukan kata-kata yang segera kita kenali artinya “aku raja yang kuasa yang di bawah angin yang memegang takhta …” Di bawah angin adalah sebutan untuk Melayu di rantau seperti di Malaka.
            Pada 1779 terdapat kumpulan adat yang dikenal sebagai Adat Raja-raja Melayu. Sebagai contoh, di dalamnya kita temukan kata-kata, “Alkisah peri menyatakan adt segala raja-raja Melayu yang purbakala, raja yang besar-besar, tatkala isteri Baginda itu hamil.” Pada bagian akhir kita temukan kata-kata, “Demikianlah adapt segala raja-raja Melayu. Tamat kepada dua likur hari bulan Syakban hari Isnin jam pukul sepuluh dan yang  punya surat ini tuan Raja Pakur. Sanat 1232.” Di sini sanat adalah tahun Hijrah.  
            Tampaknya pada zaman Sriwijaya dengan bahasa Melayu Kuno telah dikenal sejumlah awalan, akhiran, dan sisipan. Terdapat awalan mar- atau war- seperti pada kata marppadah, waranak, atau warpatih yang sekarang berubah menjadi awalan ber-. Pada zaman itu dikenal juga awalan ni- seperti pada kata niminum, niparwuat, nimakan, dan niwunuh yang kini berubah menjadi awalan di-. Pada zaman itu terdapat sisipan –in- seperti pada kata winunuh yang kini dihidupkan kembali dalam bentuk kata kinerja, kinasih, dan sinambung.
            Kata akan tertentu pada zaman itu, kini berubah menjadi akhiran kan sedangkan imbuhan –nda seperti pada kata ananda, ayahanda, ibunda sudah dikenal sejak zaman Sriwijaya. Demikian pula, pada zaman itu kita mengenal banyak kata yang seperti pada kata yang wala,  yang kayu, yang nivava, yang nitanam, yang manyuruh, dan kata lain semacam itu. Pada zaman sekarang pun kata yang masih digunakan seperti pada kata yang dipertuan agung, yang mulia, yang terkasih, dan yang terhormat.
            Selanjutnya seperti dikemukakan oleh J.J. de Hollander di dalam bukunya Pedoman Bahasa dan Sastra Melayu bahwa tulisan Melayu Klasik sejak akhir abad ke-13 telah menggunakan huruf Arab. Sekalipun demikian terdapat lafal Arab yang tidak dikenal di dalam bahasa Melayu serta sebaliknya terdapat lafal Melayu yang tiada huruf Arabnya. Karena itu, diciptakanlah huruf Arab khusus untuk bahasa Melayu. Berangsur-angsur melalui pengaruh Portugis dan Belanda, mulai muncul bahasa Melayu yang ditulis di dalam bahasa Latin, di antaranya, terdapat kamus bahasa Melayu.
            Bahasa Melayu Peralihan pada abad ke-19, selain ditulis dalam huruf Arab, sudah mulai ditulis dalam huruf Latin. Sejak akhir abad ke-19, mulai berkembang bahasa Melayu Rendah yang dikenal sebagai bahasa Melayu Cina. Muncul sejumlah penyair Cina yang menulis syair dalam bahasa Melayu, seperti syair Djalanan Kereta Api oleh Tan Teng Kie. Selah satu pakar yang terkenal mempromosikan bahasa Melayu Cina adalah Lie Kim Hok. Dan pada awal abad ke-20, bahasa Melayu Cina ini makin berkembang melalui surat kabar Sin Po. Banyak ceritera yang ditulis di dalam bahasa ini sebagai hasil karya para sastrawan Cina Indonesia. Bahasa ini bertahan sampai awal tahun 1950-an.
            Pada tahun 1901, kita mengenal ejaan van Ophuijsen yakni ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin yang dibakukan. Kemudian melalui pendirian Balai Pustaka, pada tahun 1917, dikembangkanlah bahasa Melayu Tinggi yang disusul dengan sejumlah karangan klasik seperti Salah Asuhan, Siti Nurbaya, dan sejenisnya. Pada tahun 1928, melalui Sumpah Pemuda, bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia. Pada tahun 1938, di Solo, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia Pertama dan disusul dengan Kongres Bahasa Indonesia kedua di Medan pada tahun 1954. Kini secara teratur Kongres Bahasa Indonesia diselenggarakan lima tahun sekali. Dan Kongres Bahasa Indonesia ke-8 akan berlangsung pada bulan Oktober tahun 2003.
            Pada tahun 1947, ketika Suwandi menjadi Menteri Pendidikan, diadakan perubahan ejaan bahasa Indonesia yang dikenal sebagai ejaan Suwandi. Setelah Malaysia merdeka, mereka menyusun ejaan bahasa Malaysia yang berpedoman kepada ejaan bahasa Inggris. Kemudian terjadi pendekatan di antara pakar bahasa Indonesa dan pakar bahasa Malaysia. Sekalipun istilah yang digunakan oleh bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia masih banyak yang berbeda, namun mereka berusaha untuk menyamakan ejaannya. Kesamaan ejaan itu muncul pada tahun 1972 dalam bentuk EYD.
            Kini EYD sudah berumur lebih dari 30 tahun. Ada baiknya kita semua memperhatikan EYD di dalam berbagai tulisan kita. Penutur bahasa Inggris sudah memperhatikan ejaan dan tata bahasa secara ketat. Penutur bahasa Indonesia dapat mengikuti jejak mereka untuk melahirkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Perbedaan Ragam Bahasa Lisan Dan Ragam Bahasa Tulis

  1. Ragam bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
  1. Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Contoh : 
 Ragam bahasa lisan Ragam
1. Ibu bilang kita harus makan 
2. Adik lagi baca buku cerita
3. Saya tinggal di Manado

Ragam bahasa tulis
1. Ibu mengatakan bahwa kita harus makan
2. Adik sedang membaca buku cerita
3. Saya bertempat tinggal di manado

♥ THANKS FOR READING ♥

Sabtu, 24 September 2011

Penguin Hewan Yang Setiaaa.. ^^

Kesetiaan Seekor Pinguin
Di seluruh dunia terdapat 17 hingga 19 spesies pinguin, tergantung pada apakah dua spesies Eudyptula dihitung juga sebagai spesies. Walaupun seluruh jenis pinguin awalnya berasal dari belahan bumi selatan, namun pinguin tidak hanya ditemukan di daerah dingin atau di Antartika saja. Terdapat tiga spesies pinguin yang hidup di daerah tropis. Salah satu spesies hidup di Kepulauan Galapagos (Pinguin Galapagos) dan biasanya menyeberangi garis khatulistiwa untuk mencari makan.


Spesies pinguin terbesar adalah Pinguin Emperor (Aptenodytes forsteri) dengan tinggi mencapai 1,1 meter dan berat 35 kilogram atau lebih. Spesies pinguin terkecil adalah Pinguin Peri (Eudyptula Minor) dengan tinggi sekitar 40 cm dan berat satu kg. Secara umum, pinguin yang berukuran besar lebih dapat mempertahankan suhu tubuhnya sehingga dapat bertahan di daerah dingin, sementara pinguin yang berukuran lebih kecil biasanya ditemukan di daerah yang lebih hangat bahkan daerah tropis.

Kenapa penguin??? Karena hewan ini adalah hewan yang paling setia sama pasangannya.

Sekali berpasangan, ia akan monogami. Pasangan yang sama umumnya akan kembali ke koloni yang sama dan kerap kembali ke sarang yang sama tiap tahun. Sebanyak 80-90 persen dari mereka akan terus bersama sepanjang beberapa musim berbiak secara berturut-turut, tetapi sisanya bisa bertahan bersama hingga 10 tahun lebih. Padahal, usia harapan hidup mereka hanya 13-15 tahun.

Penguin memiliki “perkawinan” yang aneh. Pasangan penguin tersebut meluangkan waktu mereka terpisah dengan yang lainnya dan hanya bertemu sekali di akhir Maret, setelah berjalan bersama sekitar 70 mil atau 112 km di daratan, entah itu mereka berjalan atau menggelindingkan diri. Setelah itu, penguin melihat pasangan kawin mereka dengan cara bersiul. 

Penguin jantan diam di satu tempat, lebih rendah dari kepalanya dan dadanya untuk memanggil sang betina. Setelah mereka bertemu satu sama lain, mereka akan berdiri setinggi dada, kemudian saling bersiul dan bernyanyi. Nah, setelah itu saatnya untuk masa kawin. Ketika sedang bertelur, penguin betina mengalirkannya secara hati-hati pada pasangannya (jika telur itu menyentuh es dan membeku maka kemudian bakal mati), untuk itu telur dijaga agar senantiasa hangat. 

Penguin betina kemudian pergi ke laut untuk mencari makan, meninggalkan sang penguin jantan tanpa makanan selama dua bulan. Para penguin jantan berkumpul bersama dalam satu kumpulan besar agar mengawetkan tubuh agar hangat dalam dingin dan lingkungan keras, seperti angin kencang mencapai 120 mph (200 km per jam). Ketika sang betina kembali, dia menemukan pasangannya beserta anak penguin baru tumbuh dengan mendengarkan siulan dari ratusan penguinnya lain.

Penguin memang seekor biantang monogamous, di mana mereka hanya memiliki satu pasangan kawin saja. Jika mereka tidak dapat menemukan pasangan mereka di musim mendatangnya (dan kebanyakan tidak dapat menemukannya di mana sekitar 15% pasangan yang hanya dapat saling bertemu di tahun berikutnya, dan hanya 5% di tahun ketiga yang saling bertemu) mereka akan menemukan pasangan barunya.

* Inilah filosofi yang dapat diambil dari Pinguin, yaitu kesetiaan dan pengorbanan. Penguin Jantan adalah seorang Suami SIAGA (Siap Antar Jaga). Contoh Bapak Rumah Tangga yang baik, 2 bulan ngerawat anak gak dikasih makan dan ditinggal Istri nyari makan lagi.   

Penguin ini berpisah hampir berbulan2, tapi yang hebatnya, si Penguin jantan ini nggak pernah lupa sama pasangannya yang baru aja pulang dari nyari makan.

Coba deh bayangin, penguin itu kan bentuk, ukuran, warna dan suaranya (klo kita liat dan kita denger) itu sama semuanya, nggak ada yang ngebedain tapi si Penguin jantan  bisa tau mana pasangannya padah sudah terpisah berbulan-bulan. Bahkan kalau si betina itu belum dateng pas waktunya, si jantan tetep nunggu sambil menjaga anaknya

♥ THANKS FOR READING ♥

Senin, 19 September 2011

NAMA KOREA BERDASARKAN TANGGAL LAHIR

Nama marga kamu diambil dari angka terakhir Tahun Kelahiran
- 0: Park
- 1: Kim
- 2: Shin
- 3: Choi
- 4: Song
- 5: Kang
- 6: Han
- 7: Lee
- 8: Sung
- 9: Jung

Nama tengah, diambil dari Bulan Kelahiran
- 1: Yong
- 2: Ji
- 3: Je
- 4: Hye
- 5: Dong
- 6: Sang
- 7: Ha
- 8: Hyo
- 9: Soo
- 10: Eun
- 11: Hyun
- 12: Rae

Nama kamu sendiri (halah, maksudnya panggilan), diambil dari Tanggal Lahir
- 1: Hwa
- 2: Woo
- 3: Joon
- 4: Hee
- 5: Kyo
- 6: Kyung
- 7: Wook
- 8: Jin
- 9: Jae
- 10: Hoon
- 11: Ra
- 12: Bin
- 13: Sun
- 14: Ri
- 15: Soo
- 16: Rim
- 17: Ah
- 18: Ae
- 19: Neul
- 20: Mun
- 21: In
- 22: Mi
- 23: Ki
- 24: Sang
- 25: Byung
- 26: Seok
- 27: Gun
- 28: Yoo
- 29: Sup
- 30: Won
- 31: Sub


♥ THANKS FOR READING ♥

KOSAKATA bahasa korea sehari-hari


Aku Cinta Kamu = Saranghae
Saranghamnida
Aku Suka Kamu = Choaheyo
Senang Bertemu Dengan Mu = Mannaseo bangapseummnida
Saya Orang Indonesia = Indonesia saramimnida
Saya Belajar Bahasa Korea = Naneun hangugeoreul baeunda
Maafkan Aku = Mian ne
Mian hamnida
Kalian Dari Mana ? = Neohuideureun eodieseo wanni ?
Boleh, Silahkan = Ne, doemnida
Bagus Sekali = Maeu joseumnida
Oke = Jeoseumnida
Tidak = Anio
Iya = Ye
Ne
Tidak Pernah = Gyeolko animnida
Aku Mengerti = Algesseoyo
Arayo
Aku Nggak Tau = Mollayo
Ya, Ada = Ne, isseoyo
Siapa Nama Mu ? = Ireumi mwoyeyo?
Nama Ku Jeong Ji-Hoon = Jeo neun Jeong Ji-Hoon ieyo
Apakah Ini ? = Ige mwoyeyo?
Sangat Cantik = Cham yebbeoyo
Nggak Apa-Apa = Goenchanayo
Baik-Baik Saja, Terima Kasih= Jal jinaepida, gamsahamnida
Maaf, Tidak Tahu = Minhamnida, jal moreugesseumnida
Aku Suka Nasi Goreng = Jeoneun nasi gorengeul joahamnida
Halo = (Ucapan pembuka di telefon)
Yeoboseyo…

♥ THANKS FOR READING ♥